Pendekatan Manajemen Pengendalian Ekosistem Laut Dan Pendekatan Sosiologi Kelautan Dalam Pemanfaatan Sumber Daya Kelautan
Kata Kunci:
Manajemen Pengendalian, krisis ekologis kelautan, pengendalian, Pemanfaatan sumber daya laut, pengendalian krisis ekosistemAbstrak
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki sumber daya kelautan terbesar di dunia. Namun melalui studi menggunakan pendekatan imajinasi sosio- logis dan penelusuran data statistik diketahui bahwa sumber daya kelautan itu belum dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan warga bangsa, terutama mereka yang menggantungkan hidupnya pada sumber daya kelautan (nelayan). Lebih dari itu, melalui studi dengan pendekatan sosiologis diketahui bahwa sumber daya kelautan dieksploitasi secara membabi buta menggunakan peralatan yang tidak ramah lingungan seperti bom ikan dan pukat harimau. Keadaan ini semakin diperparah oleh lemahnya upaya pengamanan dan law enforcement sehingga banyak nelayan asing melakukan ilegal fishing dengan total kerugian sekitar Rp 100 triliun per tahun. Dampak negatif bukan hanya itu. Data statistik menyebutkan bahwa sebagian besar potensi sumber daya kelautan seperti terumbu karang, rumput laut dan hutan mangrove mengalami kerusakan parah. Untuk mencegah krisis ekologis kelautan secara lebih parah, maka bangsa Indonesia perlu melakukan beberapa langkah terobosan.
Seperti manajemen pengendalian Ekosistem Laut, manajemen pengendalaian ekosistem laut dengan menggunakan konsep pembangunan berkelanjutan, memanfaatkan pendekatan sosiologis (imajinasi sosiologis) untuk mendalami sebab sebab terjadi krisis ekologis kelautan, dan solusi alternatif atas krisis tersebut.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Yohanes Ngamal, Maximus Ali Perajaka

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
